Author: Bayu

  • Sahabat Sejati

    Pada suatu hari hiduplah seorang dua putri yang bernama Noura dan Cawla. Ketika itu mereka sedang bermain air di sungai. Namun tiba-tiba ada peta harta karun yang terdampar. Lalu Noura membuka peta itu. Rupanya jalan nya dekat sekali letak nya. Akhir nya ketemu harta karun nya di belakang air mancur lalu ia membawa nya ke istana dan membagi bagi kan.

    Karya:

    Acyuta Pramesthi Asmara SS

    Class: Year 2B

    SDIT Internasional Luqman Al Hakim Yogyakarta

  • Blify

    Blify adalah nama seekor kupu kupu yang baik hati. Blify suka membantu teman temannya. Suatu hari Blify sedang mencari makanannya, yaitu sari bunga di semak semak bunga. Ia mendapatkan banyak sari bunga. Tiba tiba, datanglah Kiffi, kupu kupu yang amat pelit.

    “Heh! Kamu, yaa, berani berani nya sudah mengambil sari bunga saya!” teriakan Kiffi terdengar sangat keras.

    “Maaf, Kiffi, aku ingin meminta Sari Bunga itu.” izin Blify.

    “Tidak boleh!” ketusnya.

    “Kiffi.. kamu bukanlah temanku yang baik.. tapi kamu pelit..” keluh Blify.

    “Biar saja! semauku!” jawabnya ketus.

    “Ya sudah.. biar saja..” kata Blify kecewa.

    Tiba tiba, datanglah Clarra, teman Blify yang baik sekali.

    “Blify, kamu kenapa?” tanya Clarra.

    “Aku tadi meminta sari bunga milik Kiffi. Tapi dia tidak mengizinkannya..” jawab Blify.

    “Hm.. baiklah. aku akan membantumu untuk mencari semak semak sari bunga untukmu, dan tentu saja, untuk yang lain juga.” kata Clarra.

    “Terimakasih, Clarra. kamu memang sahabatku yang baik!”

    “Ya, sama sama.” senyumnya.

    Blify dan Clarra mencari kemana-mana. Akhirnya mereka mendapatkannya di dekat sungai BroBerry. Sungai itu ada di Pronto’s Village. Mereka langsung menghampiri semak serbuk bunga.

    Tiba tiba datang lagi Kiffi.

    “Heh! sama aja, tau! Ini juga semak punya aku! Semuaaaaa semak serbuk bunga, pasti lah punya aku!” ketus Kiffi.

    “Haaaaaa???” Blify dan Clarra tidak percaya.

    “Enak aja, kamu!” seru Blify.

    Secara tiba tiba, Kiffi jatuh kedalam sungai BroBerry.

    “Aduuuh!!! toloooong!!!!”

    “Ya, aku mau menolongmu! Asalkan kamu membagi serbuk bunga kepada semua kupu kupu!” kata Blify.

    “Em.. ngg,, mmm.. iya deh! Cepeeet! Tolooooong..”

    Lalu Blify dan Clarra membantu Kiffi. Akhirnya Kiffi bisa diselamatkan.

    “Maafkan aku, ya, Clarra dan Blify.”

    “Iya. Jadi teman harus gitu, dong!” kata Blify.

    Mulai saat itu, Blify, Clarra, dan Kiffi bersahabat baik.

    Ratrya Khansa Amira

  • Bunda

    Bunda aku adalah orang yang ku kasihi karena dia yang telah mengandung aku selama sembilan bulan, melahirkan aku, menyusui aku siang dan malam.

    Pada saat bunda aku ulang tahun ke 39 aku memberikan hadiah dengan cara saat bunda lagi tidur aku, ayah, dan kakak menyiapkan hadiah dan kue ulang tahun.

    Saat bunda bangun kami mengucapkan “SELAMAT ULANG TAHUN KE 39”. Bunda lalu berkata terimakasih dan ayah menyuruh untuk bunda segera meniup lilin ulang tahun. Dan aku lalu dicium bunda kakak pun juga.

    SELESAI.

    anisazizzah@gmail.com

    • Catatan dari Admin: Tata bahasa dalam cerita ini sengaja tidak saya ubah/edit..karena itu dapat menghilangkan ekspresi dari karya adik kita ini 🙂
  • Pengorbanan

    Sudin adalah penjual koran yang sering menjajakan dagangannya di kompleks perumahan, perkantoran, dan perempatan jalan. Ia sangat rajin bekerja. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, ia meletakkan koran-koran di depan rumah pelanggannya. Demikian pula setelah pulang sekolah, Sudin bersama teman-temannya berlari ke sana ke mari untuk menjual koran-korannya kepada pemakai jalan. Ia melakukan hal demikian, karena untuk membantu ayahnya yang hanya bekerja sebagai pengemudi becak, dan ibunya bekerja sebagai pembuat pecel. Ibu Sudin sering sakit-sakitan, sehingga jarang bekerja. Sedangkan dua orang adiknya membutuhkan biaya untuk sekolah mereka.

    Sudin anak yang pandai dan hemat, sehingga ia masih dapat menabung dari hasil penjualan korannya. Ayah dan ibunya sangat menyayangi Sudin. Seperti biasanya, Sudin sibuk mencari pembeli di perempatan jalan. Ia berlari sambil berteriak-teriak menawarkan koran-korannya. Dengan penuh semangat, ia berjualan sampai tak menghiraukan panas yang menyengat dan trotoar kota. Tiba tiba ia melihat anak kecil yang menyeberang jalan sendirian. Dengan melongokkan kepalanya, Sudin sibuk mencari di mana keluarga anak kecil itu. Secara spontan, Sudin berlari menghampiri anak tadi. Akan tetapi, malang nasib Sudin yang telah berkorban untuk anak yang ditolongnya. Anak itu selamat, dan Sudin tertabrak mobil. Kaki kanannya patah dan seluruh tubuhnya luka-luka.

    Kemudian Sudin dibawa ke rumah sakit terdekat. Setelah diobati dan dirawat pihak rumah sakit, Sudin akhirnya siuman. Ayah dan ibunya merasa lega sekali. Orang tua anak kecil yang telah ditolongnya meminta maaf dan berterima kasih kepada Sudin. Mereka sanggup membiayai pengobatan Sudin di rumah sakit. Setelah dipikir-pikir, Sudin pernah bertemu dan mengenal ayah dan ibu si anak kecil. Kemudian Pak Adi (nama ayah anak kecil yang ditolong Sudin) berbicara kepada Sudin dan mengatakan bahwa ia akan menjadi orang tua asuh bagi Sudin. Sebetulnya Pak Adi sudah mengenal karena berlangganan koran pada Sudin. Jadi, Sudin sangat gembira setelah menerima kabar tersebut. Meskipun merasa sakit di sekujur tubuhnya, Sudin merasa bahagia sekali. Memang Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada hamba yang senantiasa berbuat kebaikan.

    Yeyen Putri [yeyeeenputri @yahoo .com]

  • Ulang Tahun Pak Anto

    Udara pedesaan yang segar dan sejuk. Burung-burung kecil bernyayian dengan merdu. Ku tarik selimutku lebih panjang agar menutupi badanku yang menggigil kedinginan. Tiba-tiba Bunda datang dan langsung membuka kaca jendela kamarku, angin semilir mulai memasuki setiap sudut kamarku. “ Tata, ayo bangun sudah jam setengah lima, nih!” ajak Bunda. “ Hem,” Tata menguap lebar.

    “Selamat Pagi Bunda, Tata berangkat dulu!” salam Tata kepada Bunda. “ Hati-hati,ya!” ucap Bunda. Tata berjalan menuju gerbang depan rumahnya, “ Ayo!” ajak Fania, kakak Tata. “ Oke!” Tata mengacungkan jempolnya. Lima belas menit, mobil Tata sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah, SDN Lempuyangwangi, Yogyakarta.

    Istirahat pertama, “Oke, teman-teman kita mengadakan iuran buat memperingati ulang tahun Pak Anto, siapa yang setuju?” ajak Pandu, ketua kelas 6a. Semua anak termasuk Tata menggangkat tangan tanda setuju. “ Iuran seikhlasnya paling lambat besok Senin,” tambah Pandu.
    Anak-anak kelas 6a mulai menyusun strategi, ada yang usul kita membuat Pak Anto jengkel, membuat hiasan mewah, dan lain-lain. Nah, biar adil di adakan voting, ternyata paling banyak adalah usul membuat Pak Anto jengkel. Bel istirahat berbunyi, anak-anak kembali belajar.

    Selasa, anak-anak kelas 6a berolahraga, tas-tas mereka harus di taruh di depan kelas karena kelas mereka di gunakan untuk foto ijazah. Giliran anak kelas 6a mereka langsung berganti pakaian seragam rapi. Setelah selesai, mereka berunding hadiah apa yang cocok untuk Pak Anto, uang yang terkumpul Rp150.000,00 untuk membeli cake Rp70.000,00 sisanya untuk membeli kado. Tata yang di tugaskan untuk membeli kado.

    Hari Rabu, Ulang tahun Pak Anto, Tata, Pandu, Dewi, Fista, Tresti, Thysa, dan Indra menghias cake dengan lilin-lilin kecil di sepanjang tepi cake. Untung pas sekali pelajaran pertama selama dua jam pelajaran Pak Anto. Pelajaran berlangsung, anak-anak mulai gaduh, ada yang lempar-lemparan kertas, bernyanyi-nyanyi. Pak Anto pun marah. Anak-anak kelas 6a semua di suruh berdiri di bawah tiang bendera dengan terik matahari yang panas. “ Aduh, gimana nih?” tanya Pandu. “ Em, mendingan kita ambil cake-nya sekarang,” usul Tata. Tata dan Fista mengambil cake di kantin, Fista yang membawa, ternyata dari belakang Pak Anto mengikuti Tata dan Fista, Fista berbalik ke belakang dan terkejut sehingga cake untuk Pak Anto terjatuh, terlihat dari balik kacamata bening, air mata terbendung di kelopak mata Pak Anto dan mengalir di kanan-kiri pipi beliau. Kami semua ikut menangis tersedu-sedu.

    Rahmadani Dewi S

    cuii_noxxy @yahoo .co .id

  • Anjing Kesayangan

    Rini, anak nya ibu nanda. Adalah seorang anak yang sangat mencintai anjing kecil. Tetapi, karena ibunya melarang rini memelihara hewan. Rini pun merasa sedih, ia iri melihat teman-temannya mempunyai hewan peliharaan

    Suatu hari anjing adinda, temannya melahirkan dan ia ingin memberikannya kepada Rini. Tapi ibu rini melarangnya. Rini terpaksa berbohong kepada adinda karena tidak ada tempat untuk memelihara anjing.

    Menyadari hal itu, ayah rini merasa kasihan dengan anaknya, lalu ia berkata kepada Rini,”rini, kau boleh memelihara anak anjing, tapi kita harus menitipkannya kerumah temanmu, kamu mau?”. Mendengar kata ayahnya, Rini sangat senang. Lalu Rini pu meminta anak anjing itu dari adinda. Adinda pun memberikannya dan berpesan agar merawatnya baik-baik.

    Lalu ayah Rini dan Rini pergi ke rumah Felix, tetangganya. Felix pun menerima dengan senang hati, karena ia pun menyukai anak anjing.

    Setiap hari Rini selalu menengok anak anjingnya, anjingnya berwarna hitam, jadi namanya blacky.

    Tamat.

    Alvina Tanamas

    Sekolah: Harapan Bunda

    Umur: 9

    Kelas: 4

    alvinatanamas @yahoo. co .id

  • Kera Jadi Raja

    Sang Raja hutan “Singa” ditembak pemburu, penghuni hutan rimba jadi gelisah. Mereka tidak mempunyai Raja lagi. Tak berapa seluruh penghuni hutan rimba berkumpul untuk memilih Raja yang baru. Pertama yang dicalonkan adalah Macan Tutul, tetapi macan tutul menolak. “Jangan, melihat manusia saja aku sudah lari tunggang langgang,” ujarnya. “Kalau gitu Badak saja, kau kan amat kuat,” kata binatang lain. “Tidak-tidak, penglihatanku kurang baik, aku telah menabrak pohon berkali-kali.” “Oh…mungkin Gajah saja yang jadi Raja, badan kau kan besar..”, ujar binatang-binatang lain. “Aku tidak bisa berkelahi dan gerakanku amat lambat,” sahut gajah.

    Binatang-binatang menjadi bingung, mereka belum menemukan raja pengganti. Ketika hendak bubar, tiba-tiba kera berteriak, “Manusia saja yang menjadi raja, ia kan yang sudah membunuh Singa”. “Tidak mungkin,” jawab tupai. “Coba kalian semua perhatikan aku…, aku mirip dengan manusia bukan ?, maka akulah yang cocok menjadi raja,” ujar kera. Setelah melalui perundingan, penghuni hutan sepakat Kera menjadi raja yang baru. Setelah diangkat menjadi raja, tingkah laku Kera sama sekali tidak seperti Raja. Kerjanya hanya bermalas-malasan sambil menyantap makanan yang lezat-lezat.

    Penghuni binatang menjadi kesal, terutama serigala. Serigala berpikir, “bagaimana si kera bisa menyamakan dirinya dengan manusia ya?, badannya saja yang sama, tetapi otaknya tidak”. Serigala mendapat ide. Suatu hari, ia menghadap kera. “Tuanku, saya menemukan makanan yang amat lezar, saya yakin tuanku pasti suka. Saya akan antarkan tuan ke tempat itu,” ujar serigala. Tanpa pikir panjang, kera, si Raja yang baru pergi bersama serigala. Di tengah hutan, teronggok buah-buahan kesukaan kera. Kera yang tamak langsung menyergap buah-buahan itu. Ternyata, si kera langsung terjeblos ke dalam tanah. Makanan yang disergapnya ternyata jebakan yang dibuat manusia. “Tolong…tolong,” teriak kera, sambil berjuang keras agar bisa keluar dari perangkap.

    “Hahahaha! Tak pernah kubayangkan, seorang raja bisa berlaku bodoh, terjebak dalam perangkap yang dipasang manusia, Raja seperti kera mana bisa melindungi rakyatnya,” ujar serigala dan binatang lainnya. Tak berapa lama setelah binatang-binatang meninggalkan kera, seorang pemburu datang ke tempat itu. Melihat ada kera di dalamnya, ia langsung membawa tangkapannya ke rumah.

    Dwiyasti Fachrunnisa Suherman

  • Sassy dan Boneka Gembala

    Lagi-lagi Sassy ngambek. Apa penyebabnya? Dua hari lalu, Sassy merengek kepada Mamanya untuk di belikan Boneka Lucu. Tetapi, Mama Sassy tidak mengizinkannya sebab Mama ingin Sassy supaya menghargai semua barangnya. “Aduh, Ma, bonekanya lucu, banget!” rengek Sassy. Papa Sassy hanya bisa mengelengkan kepala.

    Sassy menuju kamarnya dengan wajah cemberut. “Huh, Mama pelit!” batin Sassy. Ia mengurung dirinya di dalam kamar terkunci. Di pandangnya semua tumpukan boneka. Sassy lalu mengambil sebuah boneka barbie yang sudah acak-acakan. “Ihhhhh,” seru Sassy dan membuang boneka itu di lantai. “Aku tidak butuh kalian, hanya memenuhi kamarku,” dengus kesal Sassy kepada bonekanya.

    Tanggal 20 Mei, Sassy berulang tahun, Papa dan Mama sengaja tidak merayakan hari ulang tahunnya. Sebab Mama akan membelikan boneka yang di idam-idamakan Sassy sejak satu minggu lalu. Lalu, Mama meletakannya di depan pintu kamar Sassy. Tiba-tiba Sassy membuka pintu kamarnya dan ia berseru. “Hore, makasih Ma,Pa!”ucap Sassy manis.

    Satu bulan berlalu, Sassy mulai merengek kepada Mama. “ Ma, mainan itu lucu sekali,aku ingin!” rengek Sassy. Mama hanya mengelengkan kepala. “Kamu kan masih mempunyai boneka cantik itu!” ucap Mama. “Tapi,Ma…” kata Sassy lalu di potong Mama, “Tidak ada tapi-tapian!” ucap Mama lembut.

    Sassy mengurung diri di kamarnya dan tertidur. Tepat jam dua belas malam, kaca jendela kamar Sassy berdecit. Tiba-tiba ada sesosok bayangan, kecil, bertopi dengan rambut keriting ikat dua, memakai sweater dan rok tambal-tambal. Boneka Gembala!!!!. “Sassy jangan kau pukuli aku dan kau buang aku sia-sia di lantai!” ucap Boneka Gembala. “Sassy, sayangilah boneka-bonekamu, mereka juga mempunyai hati!” kata Boneka Gembala lirih. Sassy terbangun dan kaget. “Siapa kamu?” tanya Sassy. “Aku Boneka Gembala!”. “Tidak mungkin!Tolong!!!!!” teriak Sassy. Boneka Gembala diam.

    Sejak kejadian itu Sassy selalu merawat bonekanya. Jika berlubang akan dia jahit dengan benang wol dan kain yang bagus. Dan sejak malam itu, Boneka Gembala selalu tersenyum dalam dekapan Sassy.

    Rahmadani Dewi S

    cuii_noxxy @yahoo .co .id

  • Poci si Kurcaci Yang Tersesat

    Poci adalah anak dari keluarga sederhana di negeri Kurcaci.

    Ayahnya bernama Albert dan ibunya bernama miss Pott. Poci adalah anak yang suka berkhayal tentang dunia yang penuh dengan magic, petualangan, bahkan monster- monster yang menyeramkan.

    Dia sering sekali menceritakan khayalannya pada teman-temannya. Akan tetapi sering kali ia hanya ditertawakan oleh teman-temannya. Hal itu membuat Poci marah kepada teman-temanya. Akibatnya sekarang tidak ada yang mau mendekati Poci, karena cerita khayalannya itu .

    Pada suatu hari timbul niat untuk pergi berpetualang dan mendapatkan bukti agar teman-temannya percaya kepadanya.

    Pada suatu malam ketika semua penghuni rumah sedang tidur, diam – diam Poci menyelinap pergi dari rumah.

    Ia pergi sendiri ke sebuah Hutan. Walaupun agak takut Poci tetap memberanikan dirinya. Keesokan harinya ketika miss Pott mau membangunkan Poci, Poci sudah tidak ada di kamarnya. Saking paniknya mis Pott sampai menabrak tembok ketika ia hendak ke kamar Albert untuk membangunkan suaminya yang masih tidur dengan lelap.

    Sementara orang di rumah panik, Poci yang ada di dalam hutan sedang kelaparan. Karena ia benar-benar kehabisan makanan, akhirnya Poci terpaksa makan buah-buahan yang ada didalam hutan namun ia harus berhati-hati karena didalam hutan banyak sekali buah yang beracun. Ia memilihnya satu persatu dengan cermat sebelum ia memakannya.

    Ada buah yang bisa mengakibatkan gatal-gatal, sakit perut, juga bintik-bintik hijau di sekujur tubuh. Waktu berkalan dengan cepatnya.

    Malam pun tiba Poci kebingungan mencari tempat untuk tidur. Sementara langit tampak mendung, hujanpun turun sangat deras terpaksa Poci berteduh di bawah pohon.

    Tiba-tiba terdengar sura ular mendesis. ternyata ular itu ada di belakang Poci dan bersiap untuk memangsanya. Dengan sekuat tenaga Poci melarikan diri. Ia seakan-akan pergi berlari mengelilingi hutan.

    Ular itu pun berhenti mengejarnya, akhirnya Poci pun berhasil meloloskan diri. Kali ini Poci berteduh di dalam gua. Dari dalam gua terdengar suara raungan Beruang .

    Ternyata beruang itu marah kapada Poci yang berda didalam guanya. Karena Poci sangat takut akhirnya ia pun melarikan diri lagi dan berhasil meloloskan diri dari ancaman beruang yang ingin memangsanya.

    Sekarang ia berteduh di bawah pohon beringin. Ia basah kuyup dan menggigil kedinginan. Tiba-tiba saja ia menangis karena ia lapar, kedinginan, dan rindu kedua orangtuanya. Ia menyesali perbuatannya yang menyelinap kehutan. Ia sadar betapa berbahayanya mahkluk kecil masuk ke hutan belantara yang begitu luasnya.

    Poci menangis sampai pagi dan akhirnya tertidur. Kini matahari telah terbit ,ia memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Akan tetapi, ia sadar sekarang ia sudah terlanjur tersesat di pedalaman hutan entah dimana .

    Setelah menyadari hal itu, Ia kembali menangis tersedu-sedu. Tiba-tiba disampingnya ada seorang kurcaci yang seumuran dengannya bertanya “Kamu kenapa menangis?” . “A..aku tersesat di hutan ini.“ jawabnya sambil mengusap air mata nya .

    “Tenang ayo ikut kerumahku “ jawabnya sambil tersenyum.

    Lalu Poci pergi kerumahnya. Sesampainya disana Poci disuguhi segelas coklat panas . “Ini minumlah untuk menghangatkan tubuhmu” katanya. “Terimakasih” jawab Poci.

    “Bolehkah aku bertanya?” tanya poci. “Mau bertanya apa?” jawabnya. “Siapa namamu? dan kenapa rumahmu di hutan belantara mengapa bukan di negeri kurcaci” tanya Poci. “Namaku Pecola” jawabnya. Lalu seketika Poci tertawa mengakak-ngakak.

    “Aku sudah tahu pasti kamu akan menertawaiku karena namaku yang seperti anak perempuan iya kan.” “ I…iya “ jawab Poci sambil tertawa. “Poci dengarkan aku, aku dulu adalah anak keluarga sederhana di lembah kurcaci bagian timur. Aku, bisa tinggal disini karena 3 tahun yang lalu orangtuaku meninggal di hutan ini saat mendaki gunung bersamaku mereka dimakan oleh ular yang ganas sehinga tubuh kedua orangtuaku terluka parah hingga tak dapat diselamatkan nyawanya.

    “Aku mendirikan rumah tempatku tinggal sekarang ini, dengan kedua tanganku sedangkan aku mengubur jasad ayah dan ibuku di belakang rumah ini. Ayah dan ibuku yatim piatu sehingga aku yang ditinggal sendirian kini tak memiliki keluarga untuk menumpang tinggal. Lagipula akupun tak tahu cara keluar dari hutan ini. Seandainya aku dapat keluar dari hutan ini pun di negeri kurcaci aku tetap tinggal sendirian dan tidak mempunyai tempat untuk bernaung oleh karena itu aku memutuskan tinggal sendirian di hutan ini. Mencari makan pun aku selalu sendirian. Nah Begitulah kisah hidupku.”

    Poci yang mendengar kisah hidup Pecola pun merasa sedih sampai akhirnya ia menangis tersedu-sedu. “Poci tenanglah pasti kedua orang tuamu sedang mencarimu” kata Pecola. “Terimakasih Pecola” jawab Poci dengan suara lirih.

    “Mulai sekarang tinggal lah dulu di rumahku“ kata Pecola. “Baik” jawab Poci. 3 minggu telah berlalu Poci dan Pecola tinggal bersama. Setiap sore, Poci membantu Pecola mencari makanan untuk makan malam. Kini mereka bagaikan dua bersaudara yang tak dapat dipisahkan.

    Minggu ini minggu ke4. Saat Poci dan Pecola sedang bersenda gurau, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang mengetuk pintu rumah Pecola. “ Halo ada orang disini?” gumamnya. “ Iya tunggu sebentar,“ jawab Pecola. Saat Pecola membuka pintu tiba – tiba Poci langsung menyambar dan memeluk kedua orang itu. Ternyata, kedua orang itu orang itu dalah orang tua Poci. Setelah beberapa jam menjelaskan kepergiannya dari rumah dan meminta maaf, orang tua Poci tiba-tiba mengajak Pecola menjadi anak angkatnya. Mendengar itu Poci dan Pecola sangat senang karena mereka tidak harus berpisah dan menjadi satu keluarga.

    By: Eka Ferdiana
    Kelas: 7.9
    SMPN 13 TANGERANG SELATAN
    [eka_ferdiana97 @yahoo .com]
    Friday, 16 July 2010

  • Nessa dan Peri Salju

    Syuut…!! Peri Salju turun ke bumi untuk melaksanakan tugasnya sebagai Peri Salju atas perintah Ratu Bidadari. Peri Salju adalah peri yang manis dan baik hati. Dari tongkatnya yang berbentuk bintang bisa mengeluarkan apa saja.Terbuat dari perak. Semua peri memiliki tongkat seperti itu. Yang lebih istimewa adalah tongkat Ratu Bidadari, terbuat dari campuran batu mulia seprti : emas, intan, perak, berlian, platina, dll.

    Peri Salju yang mungil terbang ke Negeri Hazel untuk menurunkan salju. Sambil mengayunkan tongkatnya, ia berkata, “Turunlah salju… turunlah salju..”. Tongkat ajaib itu langsung bersinar dan turunlah salju yang lebat! Seketika cuaca di negeri Hazel menjadi sangat dingin.

    “Nah, sekarang tugasku telah selesai. Aku mau pulang ke negeri awan kembali!”. Katanya. Baru saja ia mulai mengepakkan sayapnya, tiba-tiba ia mendengar suara tangis gadis kecil yang halus. Peri Salju menghentikan kepakkan sayapnya. Ia menghampiri gadis itu.

    “Siapa namamu? Mengapa kamu menangis?” Tanyanya.
    “Aku Nessa. Aku menangis karena kedinginan. Hiks..hiks..”Jawab Nessa sambi melingkarkan tangannya ke kakinya. Badannya yang kecil hanya memakai kaus dan rok berkain tipis.

    “Mengapa kamu tidak pulang ke rumahmu dan mengganti bajumu yang tipis itu dengan sweater yang tebal?” Tanya Peri Salju.

    “Aku anak miskin. Aku hanya punya baju yang kupakai ini. Kedua orang tuaku sudah meninggal. Aku tinggal sendirian. Aku tinggal di emperan toko..,hiks.. hiks..”

    Peri Salju tertegun mendengar penjelasan Nessa. Gadis sekecil itu sudah harus tinggal sendirian. Peri Salju iba melihatnya. Karena tak tega, Peri Salju segera mengayunkan tongkatnya. Dan… Criing! Baju Nessa yang tipis, kumuh, dan penuh tambalan itu berubah menjadi sweater tebal yang hangat, serta di belakang Nessa sudah terlihat gubuk kecil.

    “Tinggallah di gubuk itu! Di dalamnya sudah ada kulkas kecil yang berisi makanan dan minuman lezat yang tak akan pernah habis! Juga ada lemari pakaian berisi pakaian untukmu!” ucap Peri Salju sambil terbang ke atas dan sekmakin lama tidak terlihat.

    “Ah, tunggu dulu!” cegah Nessa. “Terima kasih banyak! Aku tak akan pernah melupakanmu!”

    Suha Azka Sabila

    suha.azka@yahoo .co .id