Category: Cerita Karya Anak

  • Jilly sang Anjing Nakal

    Kamu tahu kan?! Di negara Indonesia tercinta ini pasti ada ibukotanya, yaitu Jakarta.. yaa di Jakarta ada ada sebuah kompleks bernama Mutiara Jakarta, Ada sebuah rumah yang sangaaaaat besar! Keluarga itu mempunyai seorang anak perempuan yang cantik dan pintar bernama Daisy.

    Jilly sang Anjing Nakal

    Daisy mempunyai 3 ekor Anjing, induknya diberi nama Jellya, mempunyai 2 anak bernama Jilly dan Jelly. Jilly berwarna Hitam dan Jelly berwarna Putih, Jelly mempunyai sifat yang baik sementara Jilly tidak.

    “Jellya,Jilly,Jelly kemari!” panggil Daisy.

    “Guk guk guk!!” balas para anjing dengan bahasa nya sendiri.

    “Sini Aku mau kasih makan sama kalian!” kata Daisy.

    “Guk guk guk guk!” jawab para anjing dengan semangat.

    Saat Daisy memberi makan 3 anjingnya Jilly lah yang yang paling tidak sopan saat memakan makanan jatahnya. Daisy hanya bisa geleng geleng kepala saja melihat Jilly seperti itu.

    Suatu hari Mama Lucy, Mamanya Daisy menaruh kaus kakinya di depan teras..

    “Daisy!!! buang Jilly anjing nakal itu! Dia sudah memakan kaus kaki Mama!!” teriak Mama Lucy emosi.

    “Ta..ta..tapi Ma! Eeeuuh eee jangan Ma!! Aku janji akan mengajari Jilly.. janji Maa” jawab Daisy sedih.

    “Tapi, kalau Anjingmu terus seperti itu, Mama akan masukan Jilly ke Sekolah Binatang!!” ancam Mama Lucy.

    “Jangan Ma.” jawab Daisy.

    “Tidak ada tapi tapian jangan janganan!” teriak Mama Lucy.

    “Baiklaah..” jawab Daisy terpaksa.

    “Jilly, kamu harus baik baik yaa biar kamu nggak di masukan ke Sekolah Binatang sama Mamaku!” Curhat Daisy ke Jilly.

    ..

    “Jilly, aku tinggal dulu yaa!” pamit Daisy.

    ..

    “Waaah kalau Aku nakal, Aku jadi di sayang! Aku nakal terus aaah.” gumam Jilly.

    Beberapa waktu yang sudah disediakan Mama Lucy untuk melatih Jilly telah usai..

    “Daisy, saatnya kamu membawa Jilly ke Sekolah Binatang!” teriak Mama Lucy.

    “Hueh.. euh.. i..iya Maa” jawab Daisy gugup.

    “Yuk, Mama antar!” ajak Mama Lucy.

    “I..iya Maa” balas Daisy.

    Di mobil, Jilly sedang di elus elus oleh Daisy, Jilly makin yakin bahwa kalau ia nakal pasti ia akan di sayang!

    “Sudah sampai Daisy sayang,” ucap Mama.

    “he-euh Ma..” balas Daisy sedih.

    “Ayo daftarkan Jilly!” teriak Mama Lucy bersemangat.

    “Baik, Maa”

    Setelah Mama Lucy, Daisy dan Jilly masuk ke dalam Animal School Cute, Mama Lucy segera mendaftarkan Jilly.

    “Mbak, daftar Hewan baru ya.” kata Mama Lucy.

    “Baik Bu.. binatang apa dan namanya siapa ya?” tanya Mbak Zushee.

    “Binatang Anjing, Namanya Jilly,” jelas Mama Lucy.

    “Baik Bu…, eeuh Bu, mau berapa lama yaa? Atau terserah sekolah ini, sampai dia baik?” jawab Mbak Zushee seraya bertanya.

    “Ya Mbak, sampai dia jadi anjing yang manis!” jawab Mama Lucy singkat.

    “Uuuuh Mama jangan segitunya 1 minggu ajaaa” bantah Daisy.

    “Tidak!” kata Mama Lucy.

    “Yaaah elaaah,” sesal Daisy.

    Jilly segera di bawa ke tempat Sekolah Anjing..

    “Jilly Good byee” kata Daisy mengucapkan salam.

    “Guk guk..” balas Jilly.

    “Tuh kaan kalau Aku nakal, Aku jadi disayang! Di sana banyak sekali mainan yang kelihatannya sangat mengasyikkan! Pasti Mama dan Jelly segera kesini.” Pikir Jilly..

    Di sana selama dia dilatih, Jilly di didik paksa di kasih makan hanya sedikit tidak enak pula!

    “Aku sedih, tidak seperti yang ku bayangkan! Aku ingin pulang.. pulang….pulang Mama.. Jelly! Kak Daisy, Mama Lucy.. Papa Gerald, makanan banyak….. berkumpul bersama aku rindu!” Pikir Jilly sedih tampak air mata jatuh di pelupuk Mata Jilly.

    “Ups! Bagaimana kalau aku jadi anjing baik, supaya bisa keluar dari tempat ini!” Kata Jilly. Akhirnya Jilly berusaha jadi Anjing baik.

    2 bulan sudah terlewati, di Animal School Cute suka dan duka di alami Jilly.

    “Apakah Aku bisa pulang?” Gumam Jilly.

    Sementara para pelatih anjing melaporkan, tentang kebaikan Jilly, Mbak Zushee segera menelpon Mama Lucy dan mengabarkan bahwa Jilly sudah jadi anjing kecil yang baik serta manis.

    Di seberang sana.. di rumah keluarga Gerald..

    “Baik Mbak, terimakasih Mbak Zushee, ya” kata Mama Lucy.

    “Siapa Ma?!” tanya Daisy penuh harap.

    “Mbak Zushee” jawab Mama Lucy.

    “Dia ngomong apa Ma?” tanya Daisy mulai senang.

    “Jilly sudah bisa pulang!” jawab Mama Lucy tersenyum lembut.

    “Yey! Aku tahu Jilly, kamu pasti bisa!” sorak Daisy.

    Mama Lucy hanya tertawa melihat tingkah anak semata wayang nya.

    “Ayuk Ma, kita berangkat!!” ajak Daisy.

    “Iya sayang.. jangan lupa bawa Jelly sama Jellya!” jawab Mama.

    “Iya Ma..”

    Daisy segera siap-siap tak lupa dia membawa Jelly sekaligus Jellya.

    “Kita ketemu Jilly ya!” kata Daisy senang.

    “Guk guk guk!”

    Setelah sampai disana, Daisy segera membuka pintu mobil dan berlari bersama Jelly dan Jellya, terlihat Jilly sedang duduk lesu.

    “Jilly!!!” teriak Daisy.

    “Guk guk guk guuuk!” kata Jelly dan Jellya.

    “Guk guk guk guk!” balas Jilly.

    Singkat cerita, Jilly, Jelly dan Jellya bisa berkumpul lagi, dan Jilly berusaha menjaga sikapnya, kisah itu menjadi pelajaran yang sangat baik bagi dirinya.

    Nama: Syarrifa Fauzia Pramodya Ramadhina.

    Sekolah: School Of Universe

    Tanggal lahir: 16, Desember, 2000

    e-mail: syarrifafauzia @yahoo.com

  • Tamasya Ke Kampung Halaman

    Di pinggiran metropolitan hiduplah keluarga yang hidupnya sangat sederhana, itulah keluarga kami, aku adalah anak tunggal yang tidak memiliki adik ataupun kakak, setiap hari aku hanya makan seadanya terkadang hanya makan nasi dengan mie atau roti kalau ada, aku jarang sekali bepergian atau berjalan-jalan kecuali karena suatu sebab mendadak. Pada suatu hari aku berjalan-jalan ke Taman Safari karena mendapatkan juara satu di kelasku. Aku berangkat bersama teman–temanku yang lain. Begitu senangnya hatiku, bisa berjalan-jalan ke tempat itu. Kami berangkat menggunakan bis, aku duduk di samping kedua orang tuaku, begitu sampai di Taman Safari kami berkeliling dengan bis itu melihat-lihat berbagai binatang yang berada di situ, setelah puas rombongan kami berhenti di sebuah lapangan berumput hijau lalu kami membuka beberapa tikar yang cukup untuk orang yang ikut rombongan di bis yang kami tumpangi.

    Semua membuka bekal masing-masing kecuali aku, aku tak punya bekal, aku duduk termenung tiba-tiba ada orang yang mencolek punggungku lalu ia bertanya “Kamu mau makan?”. Aku menjawab pelan “Sedikit saja bu” kataku malu –malu, lalu orang itu memberikan nasi dan daging banyak sekali, “Bu kok banyak sekali ?” kataku, “Kalau kebanyakan berikan kepada orang tuamu, nak panggil orang tuamu ibu mau berkenalan”, seteah aku makan dan orang tuaku sudah berkenalan, kami pulang ke rumah. Setelah sampai aku tertidur pulas di atas kursi panjang.

    Setahun kemudian ibu yang bertemu di Taman Safari itu ke rumahku membawakan kue tart tiga bungkus, uang sebanyak Rp. 100.000.00 [ seratus ribu rupiah ] dan durian montong sebanyak dua buah, kami segera mengucapkan terima kasih kepadanya. Dan kami juga bersyukur mendapatkan uang sebesar itu karena sudah beberapa tahun kami tidak pernah lagi pulang ke kampung ayah, maka uang itu digunakan untuk pergi ke kampung ayah. Di sana aku sangat bahagia karena bisa bertemu keluarga yang dari dulu kuidam idamkan karena sudah lama tidak bertemu. Pada waktu sholat Idul Fitri aku melihat ibu yang telah memberikan uang kepadku dulu, rupanya dia juga warga dari kampung ayah yang sudah lama tinggal di Jakarta. Kami segera berpelukan dan saling bermaaf-maafan.

    Oleh Aisyah As-Salafiyah

    abuaisy1979 @yahoo .com

  • Untuk Sebuah Cita

    Namaku Aisyah, aku tinggal bersama kedua orang tuaku. Rumah kami berada di pinggiran metropolitan, walaupun hidup kami sederhana namun tidak menyurutkan semangatku untuk belajar. Buktinya aku bisa menduduki rangking satu terus, hingga kini aku sudah menginjak kelas IV MI. Hanya saja walaupun aku selalu rangking kelas aku tidak pernah diberikan hadiah oleh kedua orang tuaku, mungkin mereka tidak mampu untuk memberikan hadiah itu.

    Ayahku bekerja sebagai karyawan rendahan di sebuah panti asuhan, gajinya hanya cukup untuk makan kami sekeluarga, sedangkan ibuku hanya berada di rumah, dulu ibu pernah mengajar di TK dekat rumah, tapi karena suatu sebab beliau tidak mengajar lagi, mungkin karena banyak guru-guru baru yang lebih tinggi pendidikannya. Dalam keluargaku aku adalah anak tunggal, aku tidak punya adik dan juga tidak punya kakak, hal inilah yang membuat hubunganku dengan ayah begitu dekat, walaupun beliau hanya karyawan rendahan namun dia tidak pernah minder, apalagi menyerah dengan nasib. “Kita harus merubah nasib kita sendiri” begitu katanya pada suatu hari.

    Ternyata ucapan ayah bukan isapan jempol, beliau sangat bersungguh-sungguh untuk membuktikan ucapannya, hal ini pula yang membuatku merasa untuk terus bersemangat belajar, walaupun aku tidak pernah diberikan hadiah jika juara kelas, berbeda dengan teman-teman yang mempunyai keluarga yang kaya, jika mereka juara pasti dibelikan macam-macam, hal ini aku ketahui dari majalah bekas yang sering dibeli oleh ayah. Yah…. Benar ayah memang sangat senang membaca, sudah banyak sekali buku-buku yang dibelinya, walaupun kebanyakan adalah buku bekas. Aku sendiri juga sering sekali dibelikan majalah dan buku-buku bacaan bekas, katanya sih kalau beli yang baru mahal.

    Mungkin ini juga yang membuatku mulai senang membaca. Kalau aku ingin membaca buku-buku yang baru biasanya ayah mengajakku ke toko buku, di sana aku bisa membaca buku sepuasnya tanpa perlu membeli, kalaupun terpaksa membeli paling-paling membeli majalah AAS atau buku-buku yang harganya murah.

    Oh ya… ayahku bisa berubah dari seorang yang berpendidikan rendah menjadi orang yang suka membaca dan banyak ilmunya bukan tanpa sebab, ternyata ucapan beliau yang dulu telah dilaksanakan, pantas saja setiap akhir pekan ayah tidak pernah mengajakku jalan-jalan, rupanya beliau mengikuti kuliah kelas akhir pekan di sebuah Universitas, ternyata tidak berhenti disitu, beliau juga mengikuti kursus komputer, bahasa Inggris, bahasa Arab dan ikut kuliah juga di Universitas Terbuka (UT). Pantas saja ayah jarang sekali membeli baju atau membeli barang-barang rumah tangga. Dan bunda sendiri juga sering mengeluh dengan uang belanjanya. “Bu sabar saja ini khan buat kebaikan kita nanti” begitu kata-kata ayah yang pernah aku dengar.

    Kini aku paham kenapa setiap juara kelas aku jarang diberikan hadiah, rupanya uang ayah digunakan untuk biaya kuliahnya. Dan saat ini kami semua bersyukur, setelah ayah menyelesaikan kuliahnya kini ayah diangkat sebagai karyawan tetap dan statusnya pun naik. Semoga saja tahun ini kalau aku juara bisa dibelikan sepeda. “Bu Ayah berencana untuk melanjutkan sekolah Pasca Sarjana” kata ayah pada ibu. “Kalau ayah sudah yakin ya silahkan saja bunda hanya mendoakan” sahut ibu pelan. Yah…melayang lagi deh hadiah juara kelasku.

    Oleh Aisyah As-Salafiyah

  • Memangnya Kenapa Kalau REJOICE

    Rejoice namanya. Seringkali, ia digodain teman-temannya. Karena apa? Karena namanya adalah Rejoice! Lengkapnya Rejoice Khairunnisa, tapi teman temannya sering mengatakan “Eh sampo rejoice!” karena namanya adalah nama salah satu produk sampo. Rejoice diam saja, ya, ia selalu diam saat temannya meledeknya.

    Rejoice ingin curhat. Dia curhat pada Mama. “Ma, kenapa sih Mama kasih aku nama ‘Rejoice’ nama sampo yang terkenal, aku jadi suka diejek Ma…” Keluh Rejoice. “Sayang, nama adalah do’a…kamu harus bangga dengan namamu…” Jawab Mama. “Kenapa harus bangga? kenapa Mama memberiku nama itu…??” Lagi-lagi Rejoice mengeluh.

    “Dulu, Mama sangat senang pelajaran bahasa inggris. Saat itu, belum ada produk rejoice. Mama kan liat di kamus ‘rejoice’ wih bagus tuh…artinya adalah menyenangkan. Tepat saat mama memikirkan pemberian nama pada kamu saat masih bayi mama teringat sama ‘rejoice’ artinya bagus. Rejoice yang solehah, nama adalah do’a, kenapa harus malu dengan namamu.” Jelas Mama Panjang lebar. “Oh, begitu Ma. Maafin Rejoice ya ma, Rejoice nggak tau…..ternyata arti nama Rejoice itu menyenangkan ya….ooh jadi mama mau aku jadi anak yang menyenangkan…terus khairunnisa itu apa ma?” Rejoice tanya lagi. “Nah, kalau khairunnisa itu artinya sebaik-baik wanita…mama menginginkan kamu menjadi sebaik-baik wanita sayang…” Jelas Mama.

    Sekarang Rejoice memberitahukan pada teman-temannya jika mengejeknya. Jangan suka mengejek nama temanmu!

    Nah, kalau nama kamu artinya apa?

    kaksyifa96 @gmail .com

  • Sahabat Sejati

    Pada suatu hari hiduplah seorang dua putri yang bernama Noura dan Cawla. Ketika itu mereka sedang bermain air di sungai. Namun tiba-tiba ada peta harta karun yang terdampar. Lalu Noura membuka peta itu. Rupanya jalan nya dekat sekali letak nya. Akhir nya ketemu harta karun nya di belakang air mancur lalu ia membawa nya ke istana dan membagi bagi kan.

    Karya:

    Acyuta Pramesthi Asmara SS

    Class: Year 2B

    SDIT Internasional Luqman Al Hakim Yogyakarta

  • Blify

    Blify adalah nama seekor kupu kupu yang baik hati. Blify suka membantu teman temannya. Suatu hari Blify sedang mencari makanannya, yaitu sari bunga di semak semak bunga. Ia mendapatkan banyak sari bunga. Tiba tiba, datanglah Kiffi, kupu kupu yang amat pelit.

    “Heh! Kamu, yaa, berani berani nya sudah mengambil sari bunga saya!” teriakan Kiffi terdengar sangat keras.

    “Maaf, Kiffi, aku ingin meminta Sari Bunga itu.” izin Blify.

    “Tidak boleh!” ketusnya.

    “Kiffi.. kamu bukanlah temanku yang baik.. tapi kamu pelit..” keluh Blify.

    “Biar saja! semauku!” jawabnya ketus.

    “Ya sudah.. biar saja..” kata Blify kecewa.

    Tiba tiba, datanglah Clarra, teman Blify yang baik sekali.

    “Blify, kamu kenapa?” tanya Clarra.

    “Aku tadi meminta sari bunga milik Kiffi. Tapi dia tidak mengizinkannya..” jawab Blify.

    “Hm.. baiklah. aku akan membantumu untuk mencari semak semak sari bunga untukmu, dan tentu saja, untuk yang lain juga.” kata Clarra.

    “Terimakasih, Clarra. kamu memang sahabatku yang baik!”

    “Ya, sama sama.” senyumnya.

    Blify dan Clarra mencari kemana-mana. Akhirnya mereka mendapatkannya di dekat sungai BroBerry. Sungai itu ada di Pronto’s Village. Mereka langsung menghampiri semak serbuk bunga.

    Tiba tiba datang lagi Kiffi.

    “Heh! sama aja, tau! Ini juga semak punya aku! Semuaaaaa semak serbuk bunga, pasti lah punya aku!” ketus Kiffi.

    “Haaaaaa???” Blify dan Clarra tidak percaya.

    “Enak aja, kamu!” seru Blify.

    Secara tiba tiba, Kiffi jatuh kedalam sungai BroBerry.

    “Aduuuh!!! toloooong!!!!”

    “Ya, aku mau menolongmu! Asalkan kamu membagi serbuk bunga kepada semua kupu kupu!” kata Blify.

    “Em.. ngg,, mmm.. iya deh! Cepeeet! Tolooooong..”

    Lalu Blify dan Clarra membantu Kiffi. Akhirnya Kiffi bisa diselamatkan.

    “Maafkan aku, ya, Clarra dan Blify.”

    “Iya. Jadi teman harus gitu, dong!” kata Blify.

    Mulai saat itu, Blify, Clarra, dan Kiffi bersahabat baik.

    Ratrya Khansa Amira

  • Bunda

    Bunda aku adalah orang yang ku kasihi karena dia yang telah mengandung aku selama sembilan bulan, melahirkan aku, menyusui aku siang dan malam.

    Pada saat bunda aku ulang tahun ke 39 aku memberikan hadiah dengan cara saat bunda lagi tidur aku, ayah, dan kakak menyiapkan hadiah dan kue ulang tahun.

    Saat bunda bangun kami mengucapkan “SELAMAT ULANG TAHUN KE 39”. Bunda lalu berkata terimakasih dan ayah menyuruh untuk bunda segera meniup lilin ulang tahun. Dan aku lalu dicium bunda kakak pun juga.

    SELESAI.

    anisazizzah@gmail.com

    • Catatan dari Admin: Tata bahasa dalam cerita ini sengaja tidak saya ubah/edit..karena itu dapat menghilangkan ekspresi dari karya adik kita ini 🙂
  • Pengorbanan

    Sudin adalah penjual koran yang sering menjajakan dagangannya di kompleks perumahan, perkantoran, dan perempatan jalan. Ia sangat rajin bekerja. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, ia meletakkan koran-koran di depan rumah pelanggannya. Demikian pula setelah pulang sekolah, Sudin bersama teman-temannya berlari ke sana ke mari untuk menjual koran-korannya kepada pemakai jalan. Ia melakukan hal demikian, karena untuk membantu ayahnya yang hanya bekerja sebagai pengemudi becak, dan ibunya bekerja sebagai pembuat pecel. Ibu Sudin sering sakit-sakitan, sehingga jarang bekerja. Sedangkan dua orang adiknya membutuhkan biaya untuk sekolah mereka.

    Sudin anak yang pandai dan hemat, sehingga ia masih dapat menabung dari hasil penjualan korannya. Ayah dan ibunya sangat menyayangi Sudin. Seperti biasanya, Sudin sibuk mencari pembeli di perempatan jalan. Ia berlari sambil berteriak-teriak menawarkan koran-korannya. Dengan penuh semangat, ia berjualan sampai tak menghiraukan panas yang menyengat dan trotoar kota. Tiba tiba ia melihat anak kecil yang menyeberang jalan sendirian. Dengan melongokkan kepalanya, Sudin sibuk mencari di mana keluarga anak kecil itu. Secara spontan, Sudin berlari menghampiri anak tadi. Akan tetapi, malang nasib Sudin yang telah berkorban untuk anak yang ditolongnya. Anak itu selamat, dan Sudin tertabrak mobil. Kaki kanannya patah dan seluruh tubuhnya luka-luka.

    Kemudian Sudin dibawa ke rumah sakit terdekat. Setelah diobati dan dirawat pihak rumah sakit, Sudin akhirnya siuman. Ayah dan ibunya merasa lega sekali. Orang tua anak kecil yang telah ditolongnya meminta maaf dan berterima kasih kepada Sudin. Mereka sanggup membiayai pengobatan Sudin di rumah sakit. Setelah dipikir-pikir, Sudin pernah bertemu dan mengenal ayah dan ibu si anak kecil. Kemudian Pak Adi (nama ayah anak kecil yang ditolong Sudin) berbicara kepada Sudin dan mengatakan bahwa ia akan menjadi orang tua asuh bagi Sudin. Sebetulnya Pak Adi sudah mengenal karena berlangganan koran pada Sudin. Jadi, Sudin sangat gembira setelah menerima kabar tersebut. Meskipun merasa sakit di sekujur tubuhnya, Sudin merasa bahagia sekali. Memang Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada hamba yang senantiasa berbuat kebaikan.

    Yeyen Putri [yeyeeenputri @yahoo .com]

  • Ulang Tahun Pak Anto

    Udara pedesaan yang segar dan sejuk. Burung-burung kecil bernyayian dengan merdu. Ku tarik selimutku lebih panjang agar menutupi badanku yang menggigil kedinginan. Tiba-tiba Bunda datang dan langsung membuka kaca jendela kamarku, angin semilir mulai memasuki setiap sudut kamarku. “ Tata, ayo bangun sudah jam setengah lima, nih!” ajak Bunda. “ Hem,” Tata menguap lebar.

    “Selamat Pagi Bunda, Tata berangkat dulu!” salam Tata kepada Bunda. “ Hati-hati,ya!” ucap Bunda. Tata berjalan menuju gerbang depan rumahnya, “ Ayo!” ajak Fania, kakak Tata. “ Oke!” Tata mengacungkan jempolnya. Lima belas menit, mobil Tata sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah, SDN Lempuyangwangi, Yogyakarta.

    Istirahat pertama, “Oke, teman-teman kita mengadakan iuran buat memperingati ulang tahun Pak Anto, siapa yang setuju?” ajak Pandu, ketua kelas 6a. Semua anak termasuk Tata menggangkat tangan tanda setuju. “ Iuran seikhlasnya paling lambat besok Senin,” tambah Pandu.
    Anak-anak kelas 6a mulai menyusun strategi, ada yang usul kita membuat Pak Anto jengkel, membuat hiasan mewah, dan lain-lain. Nah, biar adil di adakan voting, ternyata paling banyak adalah usul membuat Pak Anto jengkel. Bel istirahat berbunyi, anak-anak kembali belajar.

    Selasa, anak-anak kelas 6a berolahraga, tas-tas mereka harus di taruh di depan kelas karena kelas mereka di gunakan untuk foto ijazah. Giliran anak kelas 6a mereka langsung berganti pakaian seragam rapi. Setelah selesai, mereka berunding hadiah apa yang cocok untuk Pak Anto, uang yang terkumpul Rp150.000,00 untuk membeli cake Rp70.000,00 sisanya untuk membeli kado. Tata yang di tugaskan untuk membeli kado.

    Hari Rabu, Ulang tahun Pak Anto, Tata, Pandu, Dewi, Fista, Tresti, Thysa, dan Indra menghias cake dengan lilin-lilin kecil di sepanjang tepi cake. Untung pas sekali pelajaran pertama selama dua jam pelajaran Pak Anto. Pelajaran berlangsung, anak-anak mulai gaduh, ada yang lempar-lemparan kertas, bernyanyi-nyanyi. Pak Anto pun marah. Anak-anak kelas 6a semua di suruh berdiri di bawah tiang bendera dengan terik matahari yang panas. “ Aduh, gimana nih?” tanya Pandu. “ Em, mendingan kita ambil cake-nya sekarang,” usul Tata. Tata dan Fista mengambil cake di kantin, Fista yang membawa, ternyata dari belakang Pak Anto mengikuti Tata dan Fista, Fista berbalik ke belakang dan terkejut sehingga cake untuk Pak Anto terjatuh, terlihat dari balik kacamata bening, air mata terbendung di kelopak mata Pak Anto dan mengalir di kanan-kiri pipi beliau. Kami semua ikut menangis tersedu-sedu.

    Rahmadani Dewi S

    cuii_noxxy @yahoo .co .id

  • Anjing Kesayangan

    Rini, anak nya ibu nanda. Adalah seorang anak yang sangat mencintai anjing kecil. Tetapi, karena ibunya melarang rini memelihara hewan. Rini pun merasa sedih, ia iri melihat teman-temannya mempunyai hewan peliharaan

    Suatu hari anjing adinda, temannya melahirkan dan ia ingin memberikannya kepada Rini. Tapi ibu rini melarangnya. Rini terpaksa berbohong kepada adinda karena tidak ada tempat untuk memelihara anjing.

    Menyadari hal itu, ayah rini merasa kasihan dengan anaknya, lalu ia berkata kepada Rini,”rini, kau boleh memelihara anak anjing, tapi kita harus menitipkannya kerumah temanmu, kamu mau?”. Mendengar kata ayahnya, Rini sangat senang. Lalu Rini pu meminta anak anjing itu dari adinda. Adinda pun memberikannya dan berpesan agar merawatnya baik-baik.

    Lalu ayah Rini dan Rini pergi ke rumah Felix, tetangganya. Felix pun menerima dengan senang hati, karena ia pun menyukai anak anjing.

    Setiap hari Rini selalu menengok anak anjingnya, anjingnya berwarna hitam, jadi namanya blacky.

    Tamat.

    Alvina Tanamas

    Sekolah: Harapan Bunda

    Umur: 9

    Kelas: 4

    alvinatanamas @yahoo. co .id